Selasa, 11 Oktober 2016

Pentingnya Kecerdasan Finansial










Kebanyakan orang, tidak dengan serius mengembangkan pengetahuan mereka tentang keuangan. Akibatnya, banyak yang tidak tahu, bagaimana cara yang baik untuk mengelola keuangannya. Padahal, tanpa Financial Quotient atau kecerdasan Finansial, bisa jadi kita menghabiskan uang tanpa terkontrol dan tanpa rencana, lalu jatuh miskin. Hal ini terutama menjadi penting di masa Pensiun, karena saat pensiun kita sudah tidak lagi menerima gaji bulanan sebesar yang kita dapat sebelumnya. 

            Ada sejumlah fenomena yang menjadi alasan mengapa Financial Quotient sangat penting untuk dipelajari sebelum masa pensiun kita tiba, yaitu diantaranya adalah : 

1.      Banyaknya skema penipuan yang ditujukan kepada para pensiunan. Dengan meningkatkan pengetahuan kita akan keuangan, kita akan bisa tahu, investasi mana yang benar-benar real, terjamin dan sehat, dan mana skema bodong yang hanya mengambil uang kita begitu saja. 

2.      Jumlah dana pensiun yang besar (pada pensiunan perusahaan swasta) bisa membuat kita lengah, dan menganggap hal itu sebagai hadiah yang bisa kita habiskan untuk foya-foya. Padahal, seharusnya dana pensiun yang kita dapatkan, kita jadikan sebuah investasi yang bisa menghasilkan, apakah itu dengan membuka usaha, atau dengan bekerjasama dengan kawan yang sudah terjamin pengetahuan keuangannya, atau dengan bantuan perencana keuangan.

3.      Tidak mengetahui cara investasi yang baik. Keterampilan investasi dibutuhkan oleh semua orang, namun tidak semua orang memilikinya. Hal ini ditambah lagi dengan kenyataan bahwa di Indonesia, investasi belum menjadi sebuah kebiasaan. Banyak sekali jenis investasi ditawarkan, namun masih sedikit masyarakat yang melakukan investasi. Investasi yang umum dilakukan baru sebatas menabung, membeli emas, atau membeli tanah. Padahal, calon purnabakti harus mengetahui cara investasi yang aman, rendah resiko, dan menghasilkan pendapatan tambahan di masa pensiun. 

4.      Pendapatan di masa pensiun biasanya hanya sepersekian dari gaji sebelumnya. Tanpa perencanaan keuangan, kita akan mudah cemas, dan uang mengalir tanpa kendali. Bila kita tidak menempatkan uang kita dalam pos-pos keuangan yang jelas dan terbagi dengan proporsional, bisa jadi kita berbelanja tanpa kendali dan boros, dan kita kehabisan uang disaat yang genting


Pada tahun 2011, situs Readers Digest Indonesia (www.readersdigest.co.id )  memasang tulisan berjudul “Jangan Bangkrut Saat Pensiun”. Tentu saja kita tidak ingin jatuh pada kebangkrutan bukan? Kita tentu ingin agar Masa Pensiun kita bisa dinikmati dengan nyaman, menyenangkan, santai, dan bahkan bila kita mau, di Masa Pensiun, kita bisa jadi Lebih Sukses dari sebelumnya, dengan menekuni bidang yang benar-benar kita senangi, dan kita bisa membangun prestasi di bidang tersebut. Banyak contoh sukses para pengusaha kelas dunia, yang berhasil tercatat dalam sejarah sebagai orang-orang besar. 

Contohnya adalah Prof Taikichiro Mori, yang menjadi orang terkaya di dunia, pada tahun 1991 dan 1992, mengalahkan Bill Gates. 

Siapakah Prof Mori? Sebelumnya ia adalah akademisi dan ilmuwan. Namun setelah ia pensiun, ia mengembangkan perusahaan property, hingga akhirnya memiliki 80 gedung berteknologi tinggi, di Tokyo, Jepang. 

Atau juga Ray Kroc, yang semula adalah salesmen mesin pembuat jus, akhirnya menjadi pemilik jaringan Mac Donalds, yang di masa tuanya menemukan satu restoran kecil dengan system manajemen yang baik dan kualitas yang terjaga, yang akhirnya ia kembangkan oleh Kroc menjadi hingga ribuan cabang restoran cepat saji di seluruh dunia. 

Atau juga Gordon Bowker, yang menciptakan Merk Starbucks di usianya diatas 50 tahun. Bagaimana dengan anda? Bisa jadi andalah pengusaha kelas dunia selanjutnya. Siapa tahu bukan? 

Untuk itulah, ESQ MPP (Training Masa Persiapan Pensiun dari ESQ) mempersiapkan Sesi Financial Quotient (Kecerdasan Finansial) dengan kustomisasi materi yang bersifat khusus untuk menangani berbagai masalah yang muncul di Masa Pensiun.
      



 Tags :  konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar