Kebanyakan orang, tidak dengan serius mengembangkan
pengetahuan mereka tentang keuangan. Akibatnya, banyak yang tidak tahu,
bagaimana cara yang baik untuk mengelola keuangannya. Padahal, tanpa Financial Quotient atau kecerdasan
Finansial, bisa jadi kita menghabiskan uang tanpa terkontrol dan tanpa rencana,
lalu jatuh miskin. Hal ini terutama menjadi penting di masa Pensiun, karena
saat pensiun kita sudah tidak lagi menerima gaji bulanan sebesar yang kita
dapat sebelumnya.
Ada sejumlah fenomena yang menjadi
alasan mengapa Financial Quotient sangat penting untuk dipelajari sebelum masa
pensiun kita tiba, yaitu diantaranya adalah :
1.
Banyaknya skema penipuan yang ditujukan kepada para pensiunan. Dengan
meningkatkan pengetahuan kita akan keuangan, kita akan bisa tahu, investasi
mana yang benar-benar real, terjamin dan sehat, dan mana skema bodong yang hanya mengambil uang kita begitu saja.
2.
Jumlah dana pensiun yang besar (pada pensiunan perusahaan swasta) bisa membuat kita lengah, dan menganggap hal itu sebagai
hadiah yang bisa kita habiskan untuk foya-foya.
Padahal, seharusnya dana pensiun yang kita dapatkan, kita jadikan sebuah
investasi yang bisa menghasilkan, apakah itu dengan membuka usaha, atau dengan
bekerjasama dengan kawan yang sudah terjamin pengetahuan keuangannya, atau
dengan bantuan perencana keuangan.
3.
Tidak mengetahui cara investasi yang baik. Keterampilan investasi dibutuhkan oleh semua orang,
namun tidak semua orang memilikinya. Hal ini ditambah lagi dengan kenyataan
bahwa di Indonesia, investasi belum menjadi sebuah kebiasaan. Banyak sekali
jenis investasi ditawarkan, namun masih sedikit masyarakat yang melakukan
investasi. Investasi yang umum dilakukan baru sebatas menabung, membeli emas,
atau membeli tanah. Padahal, calon purnabakti harus mengetahui cara investasi
yang aman, rendah resiko, dan menghasilkan pendapatan tambahan di masa pensiun.
4.
Pendapatan di masa pensiun biasanya hanya sepersekian
dari gaji sebelumnya. Tanpa perencanaan
keuangan, kita akan mudah cemas, dan uang mengalir tanpa kendali. Bila kita
tidak menempatkan uang kita dalam pos-pos keuangan yang jelas dan terbagi
dengan proporsional, bisa jadi kita berbelanja tanpa kendali dan boros, dan kita kehabisan uang disaat
yang genting.
Pada tahun 2011, situs
Readers Digest Indonesia (www.readersdigest.co.id
) memasang tulisan berjudul “Jangan
Bangkrut Saat Pensiun”. Tentu saja kita tidak ingin jatuh pada kebangkrutan
bukan? Kita tentu ingin agar Masa Pensiun kita bisa dinikmati dengan nyaman,
menyenangkan, santai, dan bahkan bila kita mau, di Masa Pensiun, kita bisa jadi
Lebih Sukses dari sebelumnya, dengan menekuni bidang yang benar-benar kita
senangi, dan kita bisa membangun prestasi di bidang tersebut. Banyak contoh
sukses para pengusaha kelas dunia, yang berhasil tercatat dalam sejarah sebagai
orang-orang besar.
Contohnya adalah Prof
Taikichiro Mori, yang menjadi orang terkaya di dunia, pada tahun 1991 dan 1992,
mengalahkan Bill Gates.
Siapakah Prof Mori? Sebelumnya ia adalah akademisi dan
ilmuwan. Namun setelah ia pensiun, ia mengembangkan perusahaan property, hingga
akhirnya memiliki 80 gedung berteknologi tinggi, di Tokyo, Jepang.
Atau juga
Ray Kroc, yang semula adalah salesmen mesin pembuat jus, akhirnya menjadi
pemilik jaringan Mac Donalds, yang di masa tuanya menemukan satu restoran kecil
dengan system manajemen yang baik dan kualitas yang terjaga, yang akhirnya ia
kembangkan oleh Kroc menjadi hingga ribuan cabang restoran cepat saji di seluruh
dunia.
Atau juga Gordon Bowker, yang menciptakan Merk Starbucks di usianya
diatas 50 tahun. Bagaimana dengan anda? Bisa jadi andalah pengusaha kelas dunia
selanjutnya. Siapa tahu bukan?
Untuk itulah, ESQ MPP
(Training Masa Persiapan Pensiun dari ESQ) mempersiapkan Sesi Financial Quotient (Kecerdasan
Finansial) dengan kustomisasi materi yang bersifat khusus untuk menangani
berbagai masalah yang muncul di Masa Pensiun.
Tags : konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang
